Bimtek Terpadu : Sambung Rasa dengan Karyawan Puskesmas

Bimtek kalaulah dipanjangkan ditulis bimbingan teknis. Kalau pakai istilah di perkumpulan ibu-ibu yang tergabung dalam PKK namanya SPEM (supervisi, penilaian, evaluasi, monitoring). Tujuannya adalah berkomunikasi langsung dengan petugas (puskesmas) guna mensinkronkan program serta mendiskusikan kendala-kendala di lapangan. Dalam 1 minggu ini (mulai 6/6 – 9/6) sudah beberapa puskesmas yang dikunjungi oleh tim bimtek, yang terdiri dari Kadinkes, Sekdis, Kabid dan sebagian kasi. Kunjungan pada hari pertama ke puskesmas Curup Timur dan Curup. Kemudian berikutnya ke puskesmas Talang Rimbo Lama dan Perumnas. Hari ke 3 ke puskesmas Tunas Harapan dan Watas Marga. Hari ke 4 ke puskesmas Kp. Delima dan Bangun Jaya

Karena sehari 2 lokasi puskesmas, waktunya di puskesmas hanya sekitar 1,5 jam dan paling lama 2 jam. Acaranya adalah mengumpulkan seluruh karyawan puskesmas untuk berdialog. Setelah menyampaikan maksud kunjungannya dan perkenalan, dilanjutkan diskusi/tanya jawab atau uneg-uneg karyawan. Khusus di puskesmas Curup Timur dan Curup, tempat ngumpul karyawan (meski berdesak-desakan) ada ruangannya tersendiri, sementara puskesmas lain diadakan di ruang tengah puskesmas atau ruang tunggu (di puskesmas Talang Rimbo dialognya mengelilingi meja pingpong).

Dari dialog, yang dibahas dulu adalah berkaitan dengan pelayanan pukesmas, baik menyangkut kehadiran petugas, sarana dan hambatan. Kehadiran petugas puskesmas diakui belum lengkap hadir 100% pada jam 08.00 pagi, dan ini mohon untuk diperbaiki. Kadinkes dan Kabid di Dinkes akan melakukan sidak pada pagi hari, dan yang terlambat hadir di puskesmas agar ikut apel di kantor Dinkes. Satpol PP yang ada di puskesmas diharapkan menertibkan apel pagi dan siang dan melaporkannya ke Dinkes. Upaya ini untuk menumbuhkan pentingnya kehadiran tepat waktu di puskesmas. Tentang kehadiran, pimpinan puskesmas harus bisa memberikan contoh untuk diteladani.

Saat dialog mengenai pelayanan, beberapa petugas mengungkapkan tentang keluhan-keluhannya. Di puskesmas Watas Marga dan Perumnas, dokter mengeluhkan ketersediaan obat dan infus set dari Dinkes yang terbatas. Serta beberapa obat yang kosong (yang sebenarnya bisa disediakan sendiri oleh puskesmas melalui BOK). Sementara itu, analis ke 2 puskesmas juga mengeluhkan ketersediaan regensia yang masih kurang, terutama untuk urinalisis (disarankan agar untuk urinalisis dibelikan multistick, seperti merek Combur test dari BM dengan menggunakan dana BOK). Ada juga yang mengusulkan agar Perda tarif puskesmas disesuaikan, karena terlalu murah (sudah ditindaklanjuti, sekarang sudah dibagian hukum Pemda). Puskesmas Perumnas minta agar ruangan ditambah dan dilebarkan, karena terlalu sempit (tanah di sebelah puskesmas diusulkan untuk dibeli). Untuk kesehatan lingkungan, sanitarian mengusulkan agar diadakan sanitarian kit, untuk memeriksa parameter air di lapangan (akan diusulkan tahun depan). Beberapa puskesmas petugasnya didominasi perempuan (hampir 90%, seperti puskesmas Curup), dan mengeluh tentang tidak adanya pengemudi. Terpaksa, pimpinan atau perawat laki-laki (pak Santosa) yang merangkap pengemudi. Karyawan juga mengeluhkan ketakutannya tentang seringnya isu mutasi (kalau ini sih kebijakan dari pemda, Dinkes hanya meneruskan SKnya saja).

Mengenai jampersal, semua puskesmas telah siap memberikan pelayanan jampersal (jaminan persalinan), guna membackup Poskesdes. Bahkan, meskipun bukan puskesmas rawat inap, seluruh puskesmas yang dikunjungi sudah menyediakan ruang untuk persalinan (dan sudah melayani jampersal). Bidan yang bertugas bergiliran selama 24 jam (jumlahnya bidan sangat cukup, bahkan ada yang jumlahnya bidan 16 orang). Di Curup Timur dan Curup, pelayanan dilakukan di rumah paramedis yang tidak ditempati petugas yang dimodifikasi jadi bangsal bersalin.

Banyak hal yang didapat dari kunjungan bimtek ini, terutama berkaitan dengan pembenahan pelayanan puskesmas. Meski pimpinan puskesmas banyak yang baru, nampak ada spirit mereka untuk melakukan pembenahan, yang harus didukung oleh seluruh karyawan. Jika ada keluhan-keluhan, sampaikanlah saat tim Dinkes berkunjung, hindari keluhan internal puskesmas disuarakan di media masa (lapor cik, misalnya). Tim Dinkes berkomitmen akan menindaklanjutinya.

Sumber:http://dinkesrl.net

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s