Giliran Puskesmas Simpang Nangka Dapat Bimtek

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rejang Lebong (kadinkes) Drs,Tri Mei Sartono,Apt beserta jajaran Kepala Bidang (Kabid) kemaren melaksanakan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) di Puskesmas Simpang Nangka, Kadinkes beserta rombongan diterima Kepala UPT Simpang Nangka Abdul Ra’uf SKM beserta staf dan karyawan puskesmas Simpang Nangka Kacamatan Selupu Rejang . Kadinkes menjelaskan di lakukannya Bimtek ini bukan hanya acara seremonial belaka melainkan guna mendengarkan masukan-masukan dengan semua stake holders sehingga berdampak pada pelayanan kesehatan yang lebih baik kedepannya. Lebih lanjut Kadinkes mengatakan dengan adanya Bimtek ini citra puskesmas yang kurang baik selama ini akan dapat diperbaiki sedikit demi sediki “jangan puskesmas hanya terkenal dengan obat tiga warna dan cuma bisa mengobati masuk angin” canda Kadinkes penggagas Puskesmas RL Berseri ini. Tri mei juga menekankan program pemerintah hendaknya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya jangan ada dualisme kepentingan disatu sisi sebagai tenaga kesehatan swasta satu lagi tenaga kesehatan pemerintah yang di analogikan Kadinkes dengan plat merah dan plat hitam “boleh-boleh saja praktek sore hari tapi jangan saat jam kerja melakukan praktek pribadi, kasihan masyarakat” imbuh Kadinkes. Sekretaris Dinkes Herwantoni,SKM,M.kes,MM yang mendapat kesempatan selanjutnya menyoroti administrasi puskesmas yang selama ini terkesan asal jadi,administrasi adalah bagian penting yang harus tertata dengan baik sehingga pelayanan di puskesmas dapat berjalan dengan lancar “Kalau adminnyo bagus kan kito tu lah yang enak,kerjo kito terbantu pelayanan dak pulo terhambat” jelas sekdis yang terkenal dengan tertib adminya ini. Herwantoni juga menyoroti seringnya absensi yang di rapel tanda tangannya, untuk itu Herwantoni berharap satpol pp dapat berperan aktif untuk melakukan absensi setiap pagi sehingga tidak ada kesan yang tidak masuk ikut absen. Merespon masukan dari Kadinkes dan Sekre Dinkes Ka.UPT PKM Simpang Nangka Abdul Ra’uf,SKM menjelaskan dia sudah berusaha melakukan yang terbaik, baik itu pelayanan kesehatan serta administrasi dengan sebaik-baiknya ini dapat dilihat dengan tingkat kehadiran karyawan puskesmas yang tinggi, dan peningkatan jumlah kunjungan pasien, “memang masih ado kekurangan di sana sini tapi saya beserta jajaran staf puskesmas akan terus berbenah guna peningkatan pelayan yang lebih baik lagi” imbuh Ka.UPT yang akrab di sapa Buyung ini. Bimtek yang berlangsung selama dua jam ini akhirnya di tutup dengan makan bersama dengan penuh keakraban.

Legislatif dan Eksekutif Tandatangani Komitmen Tidak Merokok di KTR

CURUP – Dalam rangka menyambut Hari Tanpa Tembaku Sedunia (HTTS) 31 Mei 2011, Pemerintah Daerah Eksekutif dan Legislatif menandatangani komitmen mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok di Kabupaten Rejang Lebong (RL). Penandatangan itu diawali tandatangan Bupati RL, H Suherman SE MM dan Ketua DPRD RL Drs Darussamin MSi, kemudian diikuti pejabat dinas/ instansi serta beberapa Kepala Sekolah, seusai Keterangan Pers yang disampaikan Bupati, Selasa (31/5) di ruang rapat bupati, pukul 08.00 WIB.

Dinas Kesehatan (Dinkes) RL, selaku penyelenggara telah menyediakan dua papan komitmen tempat membubuhkan tandatangan. Satu papan untuk Eksekutif dan satu papan lagi untuk Legislatif. Rencananya, papan yang telah ditandatangani itu akan dipampang di Eksekutif dan Legislatif untuk mengingatkan bahwa mereka telah berkomitmen kawasan tersebut merupakan kawasan tanpa rokok. Guna meminta tandatangan komitmen bersama itu, Dinkes Rl dibantu mahasiswa Poltekes yang berkeliling mendatangi PNS di Setdakab RL dan Anggota DPRD RL.

Baca lebih lanjut

Program Inovasi Rejang Lebong : Puskesmas “Berseri”

Keluhan-keluhan mengenai kualitas pelayanan puskesmas masih sering kita dengar, baik disampaikan secara langsung atau kita baca melalui laporan masyarakat di koran (lapor cik, SMS online dll). Sementara, berdasarkan survei 7 K (Kebersihan, Kekeluargaan, Keamanan, Kepegawaian, Kesehatan, Keindahan dan Ketertiban) pada tahun 2008, masih banyak dijumpai penampilan Puskesmas yang di bawah standar dan belum memuaskan. Dari hasil survei yang lain, yaitu survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di 4 puskesmas (Curup, Tunas Harapan, Perumnas dan Kampung Delima) pada tahun 2007, dari 14 unsur yang dinilai, Kesopanan dan Keramahan petugas belum menonjol atau belum memenuhi harapan. Baca lebih lanjut

Bimtek Terpadu : Sambung Rasa dengan Karyawan Puskesmas

Bimtek kalaulah dipanjangkan ditulis bimbingan teknis. Kalau pakai istilah di perkumpulan ibu-ibu yang tergabung dalam PKK namanya SPEM (supervisi, penilaian, evaluasi, monitoring). Tujuannya adalah berkomunikasi langsung dengan petugas (puskesmas) guna mensinkronkan program serta mendiskusikan kendala-kendala di lapangan. Dalam 1 minggu ini (mulai 6/6 – 9/6) sudah beberapa puskesmas yang dikunjungi oleh tim bimtek, yang terdiri dari Kadinkes, Sekdis, Kabid dan sebagian kasi. Kunjungan pada hari pertama ke puskesmas Curup Timur dan Curup. Kemudian berikutnya ke puskesmas Talang Rimbo Lama dan Perumnas. Hari ke 3 ke puskesmas Tunas Harapan dan Watas Marga. Hari ke 4 ke puskesmas Kp. Delima dan Bangun Jaya

Baca lebih lanjut

Kapan waktu minum obat yang tepat?

Untuk mendapatkan efek obat yang optimal, obat harus diminum pada waktu yang tepat. Tepat bisa terkait dengan sebelum atau sesudah makan, atau terkait dengan waktu pagi, siang, atau malam. Beberapa obat mungkin bisa diminum setiap saat tanpa mempengaruhi efeknya, sedangkan obat lain sebaiknya diminum pada saat-saat tertentu. Mengapa ada obat yang harus diminum sebelum atau sesudah makan? Pada umumnya orang berpendapat bahwa sebaiknya sebelum minum obat harus makan dulu sebagai “alas”. Tapi benarkah demikian ? Tidak, begini penjelasannya.

Obat adalah suatu senyawa kimia yang memiliki aneka sifat dan efek. Ketika obat diminum, tentu akan melewati lambung dan masuk ke dalam usus. Sebagian kecil obat diserap di lambung, dan sebagian besar adalah di usus halus yang permukaannya sangat luas. Pada dasarnya obat-obat dapat diserap dengan baik dan cepat jika tidak ada gangguan di lambung maupun usus, misalnya berupa makanan. Obat dapat berinteraksi dengan makanan.

Baca lebih lanjut